apple

Apple Gunakan teknologi Samsung untuk Produksi Chip Prosesor iPhone 6s

Apple Gunakan teknologi Samsung untuk Produksi Chip Prosesor iPhone 6s

Berita teknologi kali ini berhubungan antara Apple dan Samsung, karena kabarnya dipastikan bakal kian dekat. Sempat renggang gara-gara permasalahan hak paten, Apple ternyata masih terus menggunakan jasa Samsung sebagai pemasok komponen produk iPhone miliknya. Bahkan untuk Brand iPhone 6s yang kemungkinan rilis pada kuartal ketiga tahun ini, Apple memilih Samsung ketimbang TSMC. More

Perangkat Apple Akan Gunakan Eye Tracking

Perangkat Apple Akan Gunakan Eye Tracking

Jika anda tidak suka dengan teknologi iPhone 6 dan juga iPhone 6 Plus dengan alasan tertentu, di masa depan anda mungkin akan menyukai beberapa perangkat dari Apple karena perusahaan tersebut baru saja mendaftarkan sebuah paten baru dengan nama Eye Tracking. Tetapi ternyata paten tersebut telah didaftarkan sejak 2012 lalu tetapi baru terdengar baru baru ini. paten tersebut adalah sebuah solusi yang diberikan oleh Apple terkait dengan gangguan gaze-based user interface. Gangguan tersebut sebenarnya berasal dari sebuah ilusi optik dimana ketika anda memfokuskan pandangan dalam sebuah titik maka pandangan di sekitar titik tersebut akan memudar. More

Samsung kehilangan Gelar Raja Smartphone kepada Apple

Samsung kehilangan Gelar Raja Smartphone kepada Apple

Apple mencetak persentase tertinggi penjualan smartphone pada kuartal keempat, milik iPhone baru, menurut laporan yang dirilis Selasa.

Untuk kuartal akhir 2014, Apple membawa pulang pangsa 20,4 persen dari penjualan gadget smartphone di seluruh dunia, naik dari 17,8 persen pada kuartal yang sama pada tahun 2013. Selama periode yang sama, pangsa Samsung dari pasar smartphone, penjualan dari 73 juta unit, anjlok menjadi 19,9 persen dari 29,5. persen. More

iPhone 6 dengan 6 Model mendukung LTE

iPhone 6 dengan 6 Model mendukung LTE

Generasi terbaru dari iPhone hadir dalam dua versi ukuran layar, 4,7 inch (iPhone 6) dan 5,5 inch (iPhone 6 Plus). Selain bentang layar, setidaknya ada 6 model iPhone yang berbeda di pasaran.

Keenam model tersebut adalah A1549, A1586, A1589, A1522, A1524 dan A1593. Semuanya memiliki spesifikasi yang sama, seperti prosesor A8, kamera 8 MP dan lain sebagainya. Menjadi pembeda adalah dukungan konektivitas 4G LTE.

Perbedaan frekuensi seluler 4G tiap negara yang memaksa Apple melakukan penyesuaian. Terlebih saat ini, di beberapa negara duo iPhone 6 menambahkan Voice Over LTE (VoLTE) baru di perangkatnya.

Dengan beragam model, ini berarti tak semua iPhone 6 yang unlocked sekalipun dapat terbuka untuk jaringan seluler LTE. Karena, model tertentu memiliki perbedaan sokongan jaringan mobile generasi keempat tersebut. Berikut perbedaan dari beberapa model iPhone 6 tersebut.

iPhone 6

1. Model A1549 (GSM): Model ini kompatibel dengan jaringan 4G LTE pada beberapa operator besar di Amerika Serikat dan Kanada seperti AT & T, T-Mobile, Rogers (Fido).

Mendukung band LTE: 1 (2100 MHz), 2 (1900 MHz), 3 (1800 MHz), 4 (AWS), 5 (850 MHz), 7 (2600 MHz), 8 (900 MHz), 13 (700C MHz), 17 (700b MHz), 18 (800 MHz), 19 (800 MHz), 20 (800 DD), 25 (1900 MHz), 26 (800 MHz), 28 (700 MHz APT) dan 29 (700 de MHz).

Selain itu, versi GSM juga bekerja pada UMTS / HSPA / DC-HSDPA (850, 900, 1700/2100, 1900, 2100 MHz) dan GSM / EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz).

– Model A1549 (CDMA): Hal ini dianggap sebagai versi ponsel dunia. Sebab mendukung semua frekuensi spektrum sama dengan A1549 (GSM) dan juga termasuk CDMA EV-DO Rev A dan Rev B (dengan frekuensi 800, 1700/2100, 1900 dan 2100 MHz).

Selain itu, bekerja pada UMTS / HSPA / DC-HSDPA (850, 900, 1700/2100, 1900, 2100 MHz), GSM / EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz).

2. Model. A1586: Versi merupakan iPhone 6 locked pada beberapa operator CDMA di AS seperti C Spire, Sprint dan US Cellular. Ini adalah versi yang paling serbaguna tetapi Anda tidak akan dapat membukanya dengan mudah di AS.

3. Model A1589: Ini merupakan versi yang tersedia secara eksklusif di China Mobile dan tidak bisa digunakan untuk operator manapun, walaupun dibeli dengan sistem unlocked.

iPhone 6 Plus

4. Model  A1522 (GSM): Ini adalah versi yang mampu bekerja pada sebagian besar operator GSM di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada dan Puerto Rico.

Jaringan kompatibel dengan versi ini adalah GSM / EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz), UMTS / HSPA / DC-HSDPA (850, 900, 1700/2100, 1900, 2100 MHz) dan LTE (Band) 1, 2, 3, 4 , 5, 7, 8, 13, 17, 18, 19, 20, 25, 26, 28, 29).

5, Model A1524: Model ini adalah iPhone yang khusus dijual untuk operator CDMA di Amerika Serikat, Sprint. Beberapa versi unlocked juga disediakan di negara Asia seperti Singapura, Hong Kong atau Jepang. Namun memiliki keterbatasan dalam mendukung jaringan band LTE.

6. Model A1593: Versi ini didistribusikan secara eksklusif oleh China Mobile, operator terbesar di China. dan hanya dapat digunakan untuk konsume di sana.

Alasan Brand Apple iPhone 6 Telat Launching di Indonesia

Alasan Brand Apple iPhone 6 Telat Launching di Indonesia

Alasan Brand Apple iPhone 6 Telat Launching di Indonesia – Menantikan smartphone terbaru Apple, pengguna di Indonesia harus lebih bersabar. Pasalnya, Indonesia selalu mendapat giliran belakangan dalam distribusi iPhone, tak terkecuali iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Dirilis September tahun lalu, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus baru menyambangi Indonesia di Februari 2015. Ada banyak spekulasi berseliweran mengenai alasan iPhone selalu telat masuk Indonesia.

Dalam konferensi pers peluncuran iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di New Wave, Mall Taman Anggrek Jakarta, Jumat (6/2/2015), Jeremy Sim, CEO Retail Erajaya Group selaku salah satu distributor iPhone di Indonesia menyebutkan, hal ini terkait dengan proses perizinan.

“Bukan karena Apple menganggap Indonesia penting atau kalah penting dibandingkan negara lain. Kita tahu bahwa proses perizinan di Indonesia itu memang agak panjang, dan khusus di merek Apple mereka punya policy-nya gak mungkin mereka kasih prototipe ke negara mana pun, ke siapa pun sebelum launching terjadi,” ujarnya.

Dikatakannya, prototipe dibutuhkan untuk proses perizinan. Sehingga setelah launching di negara pertama, baru kemudian Apple memproses ke negara lain dan juga ke Indonesia, baru kemudian bisa melanjutkan proses izinnya.

“Izin ini juga lama sehingga selalu kita lebih telat dibandingkan negara lain. Jadi bukan karena gak penting tapi justru mereka lihat Indonesia cukup penting untuk mereka,” papar Jeremy.

Penelitian terbaru dari IDC, kesuksesan iPhone 6 antara lain didorong naiknya penjualan di pasar-pasar kunci seperti Amerika Serikat dan BRIC, kependekan dari Brasil, Rusia, India dan China.

Dalam pemasaran generasi baru iPhone, Apple selalu membuat tahap-tahap khusus, tidak serempak ke semua negara. Hal ini terkait kapasitas produksi iPhone yang biasanya terbatas, tidak bisa memenuhi semua permintaan.

Biasanya tahap awal menyasar negara-negara yang pasarnya sudah matang dan dalam jumlah tidak banyak. Contohnya saja Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang atau Australia. Kemudian berlanjut ke negara-negara lain.

Indonesia sejak selalu berada di urutan belakang. Beberapa negara yang tak lebih maju dari Indonesia malah mendapat giliran lebih awal. Sebut saja Nigeria sampai Kenya telah mendapat giliran pemasaran iPhone 6 terlebih dahulu. Tak heran, pertanyaan mengapa iPhone baru telat masuk Indonesia masih selalu menjadi pembahasan.

Back to Top